SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Sekda Cut Syazalisma Turut Berduka Atas Meninggalnya Ketua Satgas SAR Aceh Selatan.

Aceh Selatan-Cyberjatim.id. May Fendry Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, berpulang ke rahmatullah [meninggal dunia] selasa, (19/09/2023), di Banda Aceh. Mendapat kabar duka ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP., menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam atas musibah ini.

Sekda menyampaikan agar keluarga yang ditinggal tabah dalam menghadapi musibah ini, Selain itu keluarga besar SAR Aceh Selatan telah kehilangan putra terbaiknya yang selama ini sangat intens melakukan kegiatan kemanusiaan.

BACA JUGA :  Sambut Hari Bhayangkara Ke 77 Polres Aceh Selatan Gelar Bakti Sosial.

“Almarhum May Fendri selain Ketua Satgas SAR Aceh Selatan terbaik yang dimiliki oleh SAR juga berkiprah di dunia Jurnalistik serta Aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan dedikasinya yang tinggi terhadap kepedulian sosial dan kemanusiaan melalui upaya pencarian, pertolongan, dan penyelamatan darurat yang menjadikan Almarhum sosok yang banyak membantu orang lain di berbagai bidang, ungkap Cut Syazalisma.

BACA JUGA :  Evaluator Kemendagri Apresiasi Penyampaian Laporan Kinerja Triwulan I Pj. Bupati Aceh Selatan

“Kontribusinya sejak awal bergabung dengan SAR hingga akhir hayatnya, patut kita apresiasi. Oleh karena itu, mari kita do’akan agar almarhum diampuni segala dosanya, dan diterima seluruh amal ibadahnya, harap beliau.

Menurut keterangan Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, yang dimuat pada beberapa media, almarhum May Fendri meninggal dunia pada saat menyelam di perairan Pulo Tuan, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada Selasa [19/09/2023] siang.

BACA JUGA :  Terkait Pekerjaan Kastin PT Trijaya Adymix di Pamekasan, P3K Surati Kementrian PUPR RI

Dirinya bersama lima orang rekan menyelam di Pulo Tuan dalam rangka melakukan survey terumbu karang.

Saat melakukan penyelaman, terjadi trouble yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi dari Pulo Tuan ke Pelabuhan Ulee Lheue dan selanjutnya dibawa dengan ambulance ke RSUD Meuraxa. Pada pukul 14.15 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *