SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Kanwil Kemenag Jatim Turun Gunung, Terkait Toilet Man 1 Pamekasan Bertarif Rp.500

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Terkait viralnya isu pungutan tarif kamar mandi Rp.500 rupiah kepada siswa laki – laki MAN 1 Pamekasan dan dimutasinya Moh. Arif yang menjabat Waka Kesiswaan beberapa waktu lalu, Kanwil Kemenag Jatim panggil Moh. Arif guna dilakukan klarifikasi. Rabu ( 27/09/2023 )

 

Menurut informasi, atas kejadian tersebut Moh. Arif dipanggil oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementrian Agama ( Kanwil Kemenag ) Jawa Timur guna dilakukan klarifikasi atas viralnya pernyataan tersebut.

 

Sebelumnya, Moh. Arif menyampaikan bahwasanya pihaknya dimutasi lantaran tidak setuju dengan keputusan Kepala Sekolah atas ditetapkannya tarif masuk kamar mandi Rp.500 rupiah.

BACA JUGA :  Gerak Cepat Kepala Desa Atasi 16 Dusun Terdampak Angin Puting Beliung di Desa Blumbungan

 

Namun hal tersebut ditepis oleh Nu’man Afandi selaku Kepala Sekolah MAN 1 Pamekasan yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut tahun 2018 sedangkan dimutasinya Moh. Arif terjadi pada tahun 2022 kemarin.

 

” Ini yang kami lakukan dalam rangka membentuk krakter siswa, masalah mutasi ini semua kewenangan Kemenag, kami disini hanya pelaksananya, kalau misalnya ini dipandang salah ya mohon maaf sebesar – besarnya “. Tegas Nu’man beberap waktu lalu saat dikonfirmasi.

BACA JUGA :  Audiensi Terkait Reklame Djarum Tidak Berizin dan Langgar Perbup, Satpol PP Pamekasan Siap Membongkar

 

Suja’i menyampaikan bahwa dalam rangka pembentukan karakter siswa itu sudah ada mata pelajarannya sendiri, selain itu juga guru yang mengajar disana pastinya sudah profesional dan mempunyai strategi khusus dalam menghadapi siswa yang karakternya kurang baik.

 

” Strategi pembentukan krakter yang baik itu banyak cara, diluar cara yang dilakukan oleh MAN 1 Pamekasan, karena saya yakin disetiap sekolah ada guru yang fokus pada pembelajaran krakter, jika seperti itu berarti bisa jadi guru disana gagal dalam mendidik siswanya, sehingga dengan terpaksa membuat cara yang kurang pas. “. Tegas Suja’i mantan aktivis GMNI

BACA JUGA :  Di Duga Ada Penyimpangan Dana Desa Oleh Mantan Kepala Desa Masyarakat Kaubele Mempertanyakan Hal ini

 

Sementara, Kepala Kemenag dan perwakilan dari Kanwil Kemenag Jatim belum memberikan tanggapan terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh pihak MAN 1 Pamekasan, lantaran klarifikasi yang dilakukan hingga kini belum selesai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *