SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Hindari Penyakit Demam Berdarah, Dinkes Pamekasan Laksanakan Fogging di Kantor OPD

Cyberjatim.id,Pamekasan – Musim hujan merupakan musim dimana nyamuk bayak keluar dari sangkarnya, sehingga masyarakat perlu waspada dengan munculnya penyebaran penyakit demam berdarah.

Iktiyar pemerintah dalam layanan terhadap masyarakat mulai dilakukan, khususnya Dinas Kesehan ( Dinkes ) Kabupaten Pamekasan.

Pertama yang dilakukan untuk menghindari BDB yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yakni dengan melaksanakan Fogging disesluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) Pamekasan. ( 21/01/2022 )

BACA JUGA :  Rokok Durno Semakin Marak, Bea Cukai Madura Kemana ?

Fogging di Kantor OPD secara serentak yang dikoordinatori langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Syaifuddin.

“Hari ini kita melaksanakan Intruksi bapak bupati untuk melaksanakan Fogging di seluruh OPD yang ada di Kabupaten Pamekasan”, katanya.

Syaifuddin menambahkan bahwa, pihaknya melakukan Fogging secara serentak tujuannya untuk antisipasi adanya kasus DBD.

BACA JUGA :  Petugas RSUDYA Tapaktuan Jika Terbukti Lalai Terhadap Pasien Akan Diberi Sanksi SPO.

“Hari ini kan intensitas hujan mulai tinggi, sehingga genangan air mulai banyak, kita awali Fogging sekaligus mengedukasi masyarakat untuk elminasi, membunuh jentik – jentik termasuk nyamuknya untuk mengurangi penyebab DBD”, tambahnya.

Selain itu dr. Syaifuddin juga mengatakan untuk wilayah di pedesaan juga akan dilakukan Fogging.

“Puskesmas nanti akan mendata jikalau ada kasus maka akan dilakukan survei, kalau sudah ada masyarakat yang terserang panas dan gejalanya mengarah kedemam karena DBD, maka kita akan melakukan fogging”, tuturnya.

BACA JUGA :  Kepulan Asap Terjadi Didepan SMK 3 Pamekasan, Faisol : Tolak Fattah Jasin

“Dan perlu diketahui nyamuk aedes aegypti ini kemampuan terbangnya 200 meter, jadi titik sumbernya kita cari dan segera dilakukan Fogging dengan jarak 200 meter untuk memutus penularannya”, terang dia kepada sejumlah media.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *