SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Heboh, Youtuber Asal Cianjur Diintimidasi Oknum Kepala Desa

CIANJUR, CYBERJATIM.ID,- Kang Firman sapaan akrabnya, yang sehari-hari sebagai youtuber Sunda di daerah Cianjur jawa barat, belakangan ini heboh di medsos atas perlakuan oknum kepala desa yang diduga sudah mengintimidasi nya. Sontak kabar tersebut mendapat respon dan dukungan dari Aliansi Masyarkat Cianjur Menggugat (AMCM). Untuk mengadakan jumpa pers di sekretariat IMI Jalan Jebrod, Kamis 16/02/2023.

 

Setelah di konfirmasi oleh awak media, kang Firman yang juga masuk di tim Aliansi Masyarkat Cianjur Menggugat (AMCM), mengatakan, dirinya memberitahukan kejadian yang sudah dialaminya kepada rekan rekan aktivis melalui group WhatsApp terkait kejadian dirinya yang sudah di intimidasi oleh oknum kepala desa setelah mengekspose konten dokumenter yang kebetulan di lokasi tersebut ada warga yang yang sedang membuat hunian sementara (Huntara) yang dilakukan seorang diri dengan alat seadanya dan yang tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah, tepat nya desa cijedil kecamatan Cugenang.

Lanjutnya, kronologis selengkapnya ketika saya sedang konten menemukan seorang ibu yang membuat hunian sementara ( Huntara) sendirian, kemudian sayapun bertanya dan mewawancarainya menanyakan kemana suami dan anaknya, paparnya.

 

Si ibu tersebut menjawab suaminya sudah tidak ada dan anaknya sudah bersama keluarganya. Kemudian saya menanyakan kenapa tidak meminta bantuan dari warga atau pemerintah setempat, si ibu menjawab malu, ungkapnya.

 

Memang dari pertama saya sudah mengikuti si ibu yang sedang bekerja di palet, yang beralamat di kampung Cicadas RT 01/RW 06 desa cijedil kecamatan Cugenang.

Kemudian hasil dari wawancara dengan si ibu tersebut saya ekspos di sebuah grup Facebook kabar cugenang dan kabar Cianjur yang bertujuan untuk menjadi perhatian dari pemerintah, paparnya.

BACA JUGA :  Rekapitulasi Hasil Suara Kecamatan Pragaan Berlangsung Kondusif

 

Dalam isi postingan tersebut, kepada yang terhormat bapak bupati, kades, LO, RT/RW, ada warga yang meminta bantuan terpal logistik dan sebagainya dan kalo bisa dibuatkan huntara dikarenakan si ibu tersebut membuat hunian sementara sendiri, bahkan kronologis nya saya cantumkan bahwa si ibu tersebut korban kebakaran terus trauma juga setelah kejadian kebakaran.

Postingan tersebut menjadi viral, dan mendapat respon dari kepala dinas sosial ( dinsos ) menelpon pak iyeh selaku relawan dari tagana yang kebetulan berada di lokasi dapur umum bersama saya, pak iyeh pun menjelaskan kronologis nya dengan tegas pak kadis menyuruh pak iyeh untuk meninjau dan pak iyeh berangkat menuju rumah ibu ayi bersama saya, setelah sampai di tujuan pak iyeh mengatakan apa saya yang dibutuhkan dan singkat waktu direalisasi.

 

Besok paginya saya di datangi oleh kepala desa cijedil, saya mau bicara sebentar ungkap kades tersebut, lalu terjadi obrolan di mushola. Kades tersebut mengatakan kenapa anda menjelekan saya tanyanya.

Saya pun menjawab menjelekan gimana pak, dalam postingan tersebut saya tidak menjelekan pihak manapun, di postingan tersebut hanya meminta bantuan untuk warga yang membutuhkan bantuan, dan tidak ada menjelekan kades cijedil.

 

Masih firman, kades itu marah marah dengan nada tinggi, nunjuk nunjuk, mengatakan saya sudah di tegur bupati, kadis, saya sudah cape cape bantu sana sini akhirnya dijatuhkan dengan adanya postingan yang anda buat ungkap kades.

BACA JUGA :  Menjaga Kekompakkan di Wilayah Tapal Batas RI-RDTL, Polres Belu Bersama Yonif RK 744/SYB Gelar Olahraga Bersama

 

Lanjut firman, saya pun memanggil pak iyeh relawan Tagana, baru saja sampai pak iyeh langsung dimarah marahin oleh pak kades sambil bertanya, anda siapa dan dari mana, dijelaskan sama pak iyeh saya pendamping dapur dari relawan Tagana Cianjur.

 

Kenapa anda menjelekan saya ungkap kades pada pak iyeh, saya tidak menjelekan pak kades jawab iyeh, saya membantu warga yang memang membutuhkan kebetulan saya kenal baik dengan pak kadis dinsos dan saya pun menghubunginya, dengan jelas pak kadis menyuruh saya dan kang firman untuk meninjau nya setelah itu pak kadis pun memberikan bantuan untuk warga tersebut, dimana letak kesalahannya dan dimana saya menjelekan pak kades ungkap iyeh.

 

Lanjut firman, lalu saya interogasi oleh babimmas babinsa kades cijedil di tanya orang mana tinggal dimana dan meminta KTP saya. saya pun menjelaskan saya orang joglo KTP saya dari Campaka, kamu sudah membohongi pemerintah loh kata kades, saya pun menjawab membohongi dari mana kan saya bilang tinggal di Joglo KTP dari cempaka saya tinggal sama kakak. Lalu babimmas nanya sebelah mana joglo nya, firman menjawab keponakan saya Deri coba cek di group binmas Deri itu kamtibnas di Kadu Pandak, dan setelah di cek ternyata benar Deri ada di group kamtibnas.

si kades itu gebrak gebrak tembok, kalau saya di toel mau di adu dimana aja hayu ungkap kades kepada firman, saya ga takut teman ormas semua, kamu kenal ga Iwan Rio tegas kades.

BACA JUGA :  Seleksi O2SN Pencak Silat Pamekasan Hari Ketiga, Atlet Terbaik Siap Tembus Jatim

 

Setelah itu kades menekan saya untuk membuat klarifikasi di sosmed harus menyampaikan permohonan maaf, saya menjawab kenapa saya harus membuat pernyataan klarifikasi, bukan nya pak kades yang salah, seharusnya kalau ada warga yang membutuhkan bantuan kades yang harus cepat tanggap membantu bukan pak kadis ungkap firman kepada kades cijedil.

 

Masih firman, gini aja pak saya ngasih solusi ke pak kades, sekarang datang ke tenda ibu ayi berikan bantuan saya foto dan video saya kasih narasi kades cijedil berikan bantuan, apa jawab kades, atuh sama saja saya takut ku youtuber, ungkapnya.

 

Sangat disayangkan seorang kepala desa kalau mau runding yaa bicara baik baik dan saya juga tujuan nya baik untuk warga nya yang belum tersentuh sama sekali, kades pun memanggil ibu ibu yang di dapur dan bilang kalau firman itu hanya relawan disini dan bukan orang sini kapan juga bisa meninggalkan tempat ini, tutupnya.

 

Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) mengadakan jumpa pers terkait seorang youtuber sekaligus anggota AMCM yang di intimidasi oleh kades cijedil.

 

Galih, mengatakan kita akan memberikan waktu 3 × 24 jam kepada kades cijedil untuk menyatakan permohonan maaf kepada kang firman di pendopo dan disaksikan oleh ketua APDESI para kadis dan lainnya, jika dalam waktu yang sudah kita tentukan kades tersebut tidak hadir, maka kami akan lakukan langkah hukum dan membawa bukti bukti dan saksi yang sudah kita siapkan, tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *