SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Geliat Bisnis “Keripik Pisang” Home Industri, Begini Tanggapan Dedi Setiadi

Foto: Dedi Setiadi pemilik usaha kripik pisang Home industri.

Cianjur, CYBERJATIM.ID – Dedi Setiadi salah seorang pengusaha kripik pisang home industri, Kampung Babakan Mande RT 02 RW 02, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur Minggu, (16/4/2023).

Bisnis keripik pisang merupakan salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan, sebab tak lekang oleh waktu dan dinilai memiliki omset yang lumayan stabil. “Usaha keripik pisang ini telah dilakukan bertahun-tahun, karena bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan, disamping karena sudah menjadi jajanan favorit banyak orang juga harganya yang ramah dikantong” Dedi, salah seorang pemilik usaha keripik pisang home industri di Desa Gunungsari.

BACA JUGA :  ASN RSUD Smart Diduga Melanggar, Bawaslu Pamekasan Keluarkan Rekomendasi ke KASN 
Foto: pelanggan kripik pisang buatan Dedi.

Menurut Dedi Setiadi, “Omset yang didapat dari penjualan kripik pisang dinilai cukup lumayan dalam satu bulannya, bila dibandingkan dengan usaha lainnya. Satu bulan yang dihasikan sangat lumayan,” katanya.

Dalam sekali produksi mampu menghasilkan 1 Kwintal keripik pisang, yang siap dipasarkan. Jumlah produksi juga bergantung pada stok pisang yang ada, terkadang produksi menjadi kendala dengan tidak adanya stok pisang yang dibutuhkan.

BACA JUGA :  PLN Nusantara Membagi 50 Paket Sembako di Desa Cadasmekar

“kita bisa produksi beberapa kilogram keripik pisang, dan semuanya alami karena tidak memakai bahan pengawet, kita hanya menggunakan pisang sebagai bahan utama yang digoreng biasa, soal kualitas keripik pisang mampu bertahan selama berminggu-minggu tergantung suhu ruang,” katanya.

Dalam pemasaran, masih menjadi kendala yang saat ini di hadapi Dedi. Pasalnya dalam pemasaran keripik pisang masih dilakukan dengan cara door to door Cara ini dinilai cukup mudah dibandingkan dengan langsung menjualnya di pasaran, dikarenakan transportasi yang menjadi kendala, akses jalan yang sulit juga menjadi alasan yang utama. Terkait dari semua kendala yang ada, para pengrajin jajanan home industri seperti Dedi berharap adanya bantuan dari pihak terkait, baik dari UKM unit desa,” tutupnya.

BACA JUGA :  Pelaku Keributan yang Menggunakan Sajam, di Amankan Polsek Cilaku

Muhamad Mahdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *