SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Fauzan, S.Ag Sosok Ayahanda yang Inspiratif di Kabupaten Simeulue

Simeulue, CYBERJATIM.ID – Muhammadiyah memiliki sejarah yang panjang di Kabupaten Simeulue, di 10 kecamatan tersebar pemahaman Muhammadiyah yang mayoritas. Di tahun era tahun 70-an para pedagang perantauan dari Sumatera Barat menjadi pelopor berdirinya persyarikatan Muhammadiyah, Senin (12/6/2023).

Dalam Sambutannya Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh Ichwanul Fitri Dulunya Sinabang masih menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Barat, sehingga kedudukan Muhammadiyah di Simeulue masih menjadi Pimpinan Cabang. Karena perkembangan zaman aktifis muhammadiyah pun mulai bergeser dari para pedagang ke birokrat.

Ayahanda Mukhsin salah seorang tokoh Muhammadiyah Simeulue masih setia ikut dalam perhelatan Musyda ke – V yang merupakan generasi kedua dalam perjalanan Muhammadiyah di Sinabang ini, di usia senjanya, ia masih semangat mengikuti tahapan Musyda ke – V Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang berlangsung Ahad 22 Zulaidah 1444 H atau 11 Juni 2023 M.

112 peserta dan anggota musyawarah, memilih 9 anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari 27 calon tetap yang telah diputuskan oleh Panitia Pemilihan.
Proses sidang pembahasan tata tertib berlangsung alot, banyak yang didiskusikan agar tidak salah tafsir dalam pelaksanaannya.

BACA JUGA :  Daftar Nama Calon Anggota Bawaslu Sumut yang Sudah Lulus Ujian Tes Tertulis dan Psikologi

Setelah pembahasan tata tertib sidang dilanjutkan dengan sidang-sidang pleno membahas program kerja dan rekomendasi, kemudian dilanjutkan pembahasan tata tertib pemilihan yang juga tidak kalah serunya.

Silang pendapat tidak bisa dihindari terkait dengan teknis pelaksanaan pemilihan, akhirnya kita sepakat setelah bakda shalat ashar baru dilanjutkan dengan pemilihan anggota pimpinan daerah.

Saat akan dimulai pemilihan terjadi lagi dinamika perdebatan, pertanda proses pembelajaran dalam organisasi diperlihatkan oleh Pak Mukhsin tokoh senior yang mengingatkan agar pendataan peserta divalidkan kembali untuk menghindari kesalahpahaman.

Tokoh panutan ini tetap menjadi penyejuk dalam proses musyda. Akhirnya pemilihan berjalan dengan seksama. perolehan suara disepertiga suara masih sama, namun ketika suara mulai setengah dihitung terjadi kejar-kejaran jumlah. Antara Usman, Darlim, Fauzan, Charil Anwar, Parioto, Maulana, Alamsyah, Kasirman dan Farhan dengan selisih 1-2 suara. diakhir perhitungan terdapat 6 orang yang jumlah suaranya sama.

BACA JUGA :  Sinergitas TNI POLRI Laksanakan Sambang Tokoh Masyarakat Setelah Sholat Taraweh

Suara terbanyak diraih Usman dengan 35 jumlah suara, disusul Darlim dan Fauzan sama perolehan suaranya 34. kemudian disusul Chairil Anwar dan Parioto yang juga sama perolehan suaranya 29, disusul maulana dengan jumlah suara 27.

Terjadi lagi jumlah suara yang sama antara Alamsyah dengan Kasirman dengan perolehan suara 24 dan terakhir drg. Farhan memperoleh suara 23.

Terpilihlah 9 orang yang memperoleh suara terbanyak dan langsung dilakukan rapat pleno perdana yang didampingi Sekretaris Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Ichwanul Fitri, rapat hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Usman yang memperoleh suara terbanyak menyatakan tidak bersedia menjadi ketua. Kemudian Darlim, mantan ketua PDM sebelumnya juga menyatakan tidak bersedia namun mengusulkan Fauzan, S.Ag. Plt. Kankmenag Simeulue menjadi ketua.
Awalnya Fauzan juga menolak, namun karena semua anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah terpilih mendukungnya, akhirnya disaat azan maghrib berkumandang ditetapkanlah Fauzan, S.Ag. dan Usman, S.Ag sebagai Ketua dan Sekretaris PDM Simeulue masa jabatan 2022-2027.

BACA JUGA :  Polres Aceh Selatan Gelar Simulasi Sispamkota.

Semua peserta rapat pleno menyatakan bersyukur dan kemudian dilanjutkan dengan Shalat Magrib Berjamaah, Selamat menahkodai bahtera PDM Simeulue dengan kibaran panji persyarikatan Muhammadiyah.
Sementara itu ‘Aisyiyah juga telah menyelesai Musdya ke – V dengan terpilihnya sebagai ketua Siti Painun dan sebagai wakil ketua l, ll dan lll dipercayakan kepada Rosna Hamid, S.Pdi, Umi Kalsum, S.Pd dan Sariani.

Sementara untuk Sekretaris dan Bendahara dipercayakan kepada Zuliarnis dan Yulita Safrina. Wakil Sekretaris l dan ll dipercayakan kepada Salma Liana dan Mahdalena.

Terakhir Rahmani Syakiran diposisikan sebagai penasehat PDA.
Semoga pasangan Ketua PDM dan PDA yang baru Ini dapat menggairahkan kembali gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Simeulue. lnsya Allah. (Rizki M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *