SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Dinkes Provinsi Aceh dan UNICEF Melalui Sahas Inisiatif Bantu Percepatan Cakupan Imunisasi di Aceh

Aceh Besar, CYBERJATIM.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang di dukungan UNICEF Aceh, melalui Sahas Inisiatif melaksanakan kegiatan Mikroplaning Pelaksanaan Imunisasi Rutin, Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 16-17 mei 2023 berlokasi di Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional) daerah Aceh besar.

Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 58 orang yang terdiri dari penanggung jawab imunisasi dari setiap Puskesmas dan Dinas Kesehatan Aceh Besar, Rabu (17/05/2023).

BACA JUGA :  Babinsa Waru Bantu Warga Sana Laok Kelupas dan Jemur Jagung Hasil Panen

“Sebagai peserta dan penanggung jawab imunisasi diharapkan dapat menyiapkan dokumen mikroplaning disaat pelaksanaan untuk tahun 2023. kegiatan ini akan dilanjutkan kepada kabupaten lainnya dan direncanakan akan selesai pada bulan Mei 2023,” kata dr. Dita Ramadonna, MSc perwakilan UNICEF Aceh.

Sahas Inisiatif memandatkan kegiatan ini pada Dharina SKM, MKM, Ph.D (c) Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) sebagai penanggung jawab kegiatan. Selain itu, dinas Kesehatan Aceh menjadi pemateri utama dalam kegiatan ini yaitu dr. Iman Murahman Sp.KKLP, MKM dan dr. Deni Yaneva, M.Kes.

BACA JUGA :  Hindari Kekosongan Jumlah Komisioner KIP Aceh Selatan, Kamalul Ingatkan DPRK Segera Usulkan PAW ke KPU RI.

Kegiatan yang sepenuhnya dibantu oleh Tim Fasilitator kegiatan mikroplaning yakni Fatwa Namora Ritonga S.T, Thata Mandala Putra A.Md, Cut Mirna Rita S.Pd, Fadiaz Rizki Azis S.Pd dan Nisrina SKM guna membantu petugas Kesehatan daerah dalam peng-inputan data mikroplaning.

BACA JUGA :  4 Orang Meninggal Kecelakaan Dum Truck dalam Perjalanan Wisata Pasir Putih, Ini Kronologisnya

Sahas inisiatif sendiri, sangat konsen dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini untuk membantu percepatan cakupan imunisasi di Aceh agar Aceh tidak lagi menjadi Provinsi yang paling sedikit mendapatkan cakupan imunisasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *