SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Dimutasi Gegara Toilet, Petugas Kanwil Kemenag Jatim Periksa Mantan Guru Man 1 Pamekasan

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Kantor Wilayah Kementrian Agama ( Kanwil Kemenag ) Jawa Timur, datangi Kantor Kementrian Agama ( Kemenag ) Kabupaten Pamekasan. Rabu ( 27/09/2023 )

 

Kedatangan Kanwil Kemenag Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha ( Kabag TU ) H. Santoso dan Analisis Kepegawaian H. Joko Yulianto dalam rangka klarifikasi terkait viralnya beberapa isu terkait tarif toilet yang menyebabkan dimutasinya Waka Kesiswaan di MAN 1 Pamekasan.

 

” Pemeriksaan ini hanya sebatas klarifikasi, apakah yang sudah viral di media itu sesuai dengan fakta di lapangan “. Singkat Santoso Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Timur saat ditemui wartawan.

BACA JUGA :  Herman Suhadi Hadir di Tengah-Tengah Masyarakat Desa Sengir

 

Sementara disoal terkait dengan masalah tarif toilet Rp.500 dan dimutasinya Moh. Arif, pihak Kanwil Kemenag Jatim akan menyampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kemanag Jatim.

 

” Terkait itu nanti saya akan sampaikan dulu ke Kepala dan akan dievaluasi sesuai dengan hasil klarifikasi yang barusan digelar “. Tegasnya

 

Dalam klarifikasi tersebut, Phaknya mendatangkan Moh. Arif selaku mantan guru Man 1 Pamekasan, yang namanya sempat viral lantaran pernyataannya yang mengatakan bahwa dirinya dimutasi lantaran tidak sejalan pemikirannya dengan kepala sekolah.

 

Moh. Arif mantan guru Man 1 Pamekasan menyampaikan bahwa pihaknya mengajar mulai tahun 2015, dan sebelum kepala sekolah digantikan oleh Nu’man Afandi pihaknya mengatakan baik – baik saja dan tidak pernah ada persamasalahan.

BACA JUGA :  Respon Cepat, Anggota Unit Laka Satlantas Polres Bangka Barat Sigap Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan

 

” Saya dari tahun 2015 mengajar di Man 1 Pamekasan, dan baru sekarang ini saya mempunyai pemahaman yang berbeda dengan Kepala Sekolah, dengan 4 Kepala Sekolah sebelumnya saya baik – baik saja tidak ada masalah, contohnya saya pernah tidak setuju dengan penarikan tarif toilet “. Tegas Arif

 

Terpisah, atas kejadian tersebut juga muncul berbagai komentar dari salah satu netizen yang mengaku Alumni Man 1 Pamekasan, bahwa Moh. Arif adalah guru Bahasa Indonesia yang dalam pelajarannya sering membahas hal – hal yang mengarah pada sexualitas.

BACA JUGA :  Gasak Dua Ekor Sapi,Tiga Warga Asal Kalianda Ditangkap Polisi

 

” Saya di ajari beliau 2 tahun, saat mengajar beliau selalu membahas hal hal yang mengarah ke sexualitas. Bahkan tidak jarang ada siswi yang di katakan pelacur oleh beliau di depan kelas saat mengajar “. Tegas salah seorang yang mengaku Alumni Man 1 Pamekasan.

 

Nu’man Afandi Kepala Sekolah Man 1 Pamekasan saat dihubungi, terkait alasan sekolah Man 1 Pamekasan terkait permasalahan atas dimutasinya Moh. Arif belum memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *