Diduga, Bupati Cianjur “LANGGAR” Aturan Sistem Merit KASN
Cianjur, CYBERJATIM.ID – Adanya temuan tentang orang nomer satu penguasa di Cianjur Bupati yang melanggar sistem Merit KSN.
Yang mana dalam kepemimpinannya sebagai Bupati “di dalam ranah keadaan Cianjur lagi Berduka” Dalam segala hal bencana baik Yang terjadi Gempa bumi empat bulan yang lalu dan duka Banjir yang kian melanda di wilayah Cianjur sekitarnya”.

“Dikala ke adaan yang seperti ini ‘ mengapa adanya sistem merit ini menjadi polemik,” terhadap warga masyarakat nya’ itu sendiri.
Galih Widasywara Selalu Jendral Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) mengatakan kepada Cyberjatim.id, Meminta Agar Bupati Cianjur diberikan teguran atau sanksi sesuai aturan yang berlaku, ucapnya.
Lanjut Galih, “Dalam perlakuan sebagai Komisi Aparatur sipil Negara, yang diperlakukan sistem merit adalah sesuatu kebijakan dan manajemen ASN Cianjur yang berdasarkan kualifikasi kopempetensi serta kinerja yang di perlakukan* secara adil dan wajar serta Tanpa diskriminasi,” ungkapnya.
Jelas jelas “Aturan Komisi Aparatur sipil Negara ” harus Berikan teguran terhadap kepemimpinan Bupati Cianjur yang melanggar Aturan “Terkait Kepala Dinas Pendidikan Saudara ( Akib ) Dengan aturan dalam Point Surat Komisi aparatur sipil Negara” yang seharusnya” Akib dalam masa pensiun.
Namun dengan sistem kepemerintahan Bupati Cianjur ” Malah di tetapkan Sebagai dan Menjadi PLT, tegasnya.
Maka dengan adanya aturan tersebut kinerja atau Kualitas kepemerintahan Cianjur seperti apa..?
Dengan Keterbuktian tersebut kami meminta kepada aparat yang berwenang untuk segera melakukan Sanksi tegas terhadap Kepemimpinan Bupati Cianjur tersebut.
“Dalam tatanan kepemerintahan Bupati Cianjur dan
kalau kinerja nya seperti ini Kami
“Lebih Baik tidak punya “BUPATI”, tegasnya.
bila kinerja bupati dan aturan yang di kerjakan oleh jajaran kepemerintahan nya itu baik dan bagus, dan serta kinerja nya pun baik, maka kami ikut susport untuk memajukan Cianjur, tapi kalau pemimpinya sudah seperti ini dan kinerja juga kami nilai tidak becus, Lebih Baik Kami Tidak Punya Bupati, Tutupnya.
Yudi Akbar





