SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Bukan Sekadar Bangun Rumah, Satgas TMMD dan Keluarga Pak Tosan Rayakan Kebersamaan

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID – Malam di rumah Pak Tosan, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, terasa beda. Lampu teras menyala terang. Angin malam terasa sejuk. Ada kopi panas, ada gorengan, ada tawa yang tidak berhenti.

Malam itu, keluarga Pak Tosan untuk pertama kalinya menikmati malam di rumah barunya. Rumah Layak Huni (RLH) yang dibangun Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan itu sudah 100% selesai.

Prajurit tidak langsung pulang ke posko. Mereka ikut duduk lesehan di teras, bercengkrama bersama keluarga Pak Tosan, menikmati rumah baru yang baru saja rampung.

“Rasanya beda. Tadi siang kami masih kerja, malam ini kami sudah bisa duduk santai di rumah baru ini. Adem, terang, nyaman. Ini yang bikin capek kami hilang semua,” ujar Serda Muhammad, anggota Satgas TMMD.

BACA JUGA :  Ratusan Personil Tekab 308 Rayon 1 Polda Lampung Gelar Apel Besar Tekan Angka Kriminalitas

Serda Muhammad mengaku, malam-malam seperti ini yang paling ia syukuri selama TMMD. Bukan hanya bangun rumah, tapi ikut merasakan bahagianya pemilik rumah.

“Kami datang sebagai tentara, tapi di sini kami sudah dianggap keluarga. Duduk bareng seperti ini, ngobrol bareng, itu yang bikin TMMD ini terasa hidup,” kata Serda Muhammad.

Suasana rame itu juga dirasakan tetangga Pak Tosan. Bu Jumiati, istri Pak Sunarto asal Nganjuk yang tinggal di sebelah, ikut datang menikmati malam di rumah baru Pak Tosan.

BACA JUGA :  Dandim 0826/Pamekasan Pimpin Upacara di SMAN 1 Pamekasan, Motivasi Siswa Raih Masa Depan Gemilang

“Kami bersyukur Pak Tosan dapat dukungan negara. Dapat rumah baru dari TMMD. Ini rezeki luar biasa untuk keluarga Pak Tosan,” ujar Bu Jumiati.

Bu Jumiati mengaku, sejak ada prajurit TMMD, kampung yang biasanya sepi jadi ramai dan hidup.

“Prajurit itu saya anggap anak. Senang ada prajurit, jadi rame. Biasanya sepi di sini. Kalau ada mereka, rumah jadi hidup. Kapan ketemu lagi kalau sudah seperti ini, rasanya sayang,” ujarnya.

Bu Jumiati tak menutupi rasa harunya. Bagi warga, kehadiran prajurit bukan hanya membangun rumah, tapi membangun suasana kekeluargaan.

BACA JUGA :  Event Besar Motocross Piala Bawang Mas, Berawal Dari Obrolan di Cafe

“Kami merasa kehilangan kalau tidak ada mereka. Sudah seperti anak sendiri. Nanti kalau sepi, kami pasti kangen suara mereka yang kerja, yang tertawa, yang minta kopi,” lanjut Bu Jumiati sambil tersenyum.

Malam itu ditutup dengan doa bersama di teras rumah baru. Pak Tosan berdoa agar rumah barunya membawa berkah. Para prajurit berdoa agar keluarga Pak Tosan betah dan bahagia.

Rumah sudah 100 persen. Dan malam ini, rumah itu untuk pertama kalinya benar-benar terasa sebagai rumah: hangat, ramai, dan penuh keluarga. (Pendim 0826)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *