BPS Acah Selatan Selenggarakan FGD Penyusunan Produk Domestik Regional Bruto.
Aceh Selatan-Cyberjatim.id. Era otonomi telah berimplikasi pada giatnya masing-masing daerah untuk memacu kemandirian melalui pembangunan di berbagai bidang, yang berdampak pada munculnya kebutuhan akan informasi statistik serta data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan — pada setiap sektor pembangunan.
Oleh karenanya, keberadaan data statistik ‘”sektoral memiliki peran penting untuk memberikan gambaran representatif mengenai perkembangan pembangunan yang terjadi, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan.
Keberadaan data yang akurat, akan membawa dampak positif terhadap perencanaan, monitoring dan evaluasi kebijakan. Untuk itu, kualitas data dan kualitas penyajian yang baik serta berkesinambungan menjadi hal mutlak yang dibutuhkan agar perubahan yang terjadi di setiap sektor pembangunan diketahui.
BPS Acah Selatan menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sebagai langkah untuk peningkatan kualitas data PDRB yang merupakan indikator perekonomian suatu wilayah, dan menjadi rujukan bagi penyusunan berbagai dokumen perencanaan serta menjadi acuan untuk rencana kegiatan.
Untuk mewujudkan itu, kata Cut Syazalisma, dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak, oleh karenanya diharapkan kepada seluruh peserta FGD agar dapat berperan aktif dalam kegiatan ini, dengan memberikan berbagai masukan positif sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan dapat tercapai.
Selanjutnya, BPS Aceh Selatan juga melakukan sosialisasi Jelita Asri Pencanangan Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik.
Melalui pencanangan Desa Cantik diharapkan dapat meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif dari perangkat desa atau gampong, serta seluruh unsur masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.
Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik akan membawa program pembangunan di desa atau gampong terlaksana dengan tepat sasaran.
Dengan dicanangkannya Desa Cantik, diharapkan desa atau gampong tersebut tidak hanya menjadi objek pembangunan, namun telah menjadi subyek dan ujung tombak pembangunan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan.





