SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Bea Cukai Madura Menjadi Pusat Demo Ketiga Setelah Pemkab dan DPRD Pamekasan

PAMEKASAN, Cyberjatim.id,- Selain kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Kantor Bea Cukai Madura juga menjadi lahan basah aksi kaum pergerakan.

Pasalnya Kantor Bea Cukai Madura ini merupakan pusat pengaduan maraknya rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan.

Bukan hanya hitungan tahun dan bulan Bea Cukai kadang dibanjiri massa aksi dalam hitungan hari.

Aksi tersebut bervariasi ada yang pro terhadap maraknya perusahaan rokok di Kabupaten Pamekasan, ada pula yang lantang menyuarakan permasalahan rokok ilegal.

BACA JUGA :  DPD GMNI Gelar Kegiatan Lokarda, Berakhir Kecewa

Kemarin PC GMNI berkoalisi dengan Mabes NGO Pamekasan melakukan aksi terkait keberlangsungan pabrikan rokok lokal.

PC PMII Pamekasan menyuarakan untuk sikap tegas Bea Cukai terhadap perusahaan rokok khususnya yang Ilegal ( Tanpa pita Cukai ) namun aksi tersebut akan ditunda karena bersamaan dengan aksi PC GMNI Pamekasan.

Sementara Faisol Dear Jatim mantan aktivis PMII yang saat ini juga lagi viral karena aksinya terkait penolakan Fattah Jasin angkat bicara.

BACA JUGA :  Haji Uma Datangi Kantor BPS Lhokseumawe, Pantau Kesiapan Sensus Pertanian

Menyikapi persoalan aksi yang berbenturan dengan jadwal dan tujuan yang sama saya yakin pihak kepolisian sudah memberikan penjelasan kepada salah satu korlap aksi baik dari PC PMII dan PC GMNI.

” Saya pastikan sudah, cuma terkadang ya punya konsep masing – masinglah karena dihari tersebut kemudian muncul dua aksi dengan visi dan misi yang berbeda, tinggal bagaimana nantinya masyarakat mengartikan “. Singkat Faisol

BACA JUGA :  Seorang Aktivis 98 Daftar Bakal Caleg di Nasdem Cianjur

Sementara kemarin Rabu 30 Maret 2022 berlangsung aksi dari PC GMNI dan Mabes NGO terkait keberlangsungan nasib buruh dan perusahaan rokok lokal.

Sementara aksi yang dikomandani Lutfi ketua PC PMII terkait maraknya rokok ilegal dengan massa 500 ditunda, guna menghindari bentrok antar kaum pergerakan.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *