SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Aksi Bullying di SMP 2 Pademawu Viral, Korban Dipukul dan Sering Diancam Meski Sudah Lapor Guru BK

PAMEKASAN,CYBERJATIM.ID,- Viral diberbagai group WhatsAap, menampilkan aksi bullying di SMP 2 Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Dalam video tersebut, aksi bullying terjadi didekat pintu kelas saat jam istirahat dan tidak ada gurunya.

Siswi dengan menggunakan seragam putih dongker tersebut, hanya bisa berdiam diri meski dipukuli berkali-kali oleh temannya yang memiliki postur lebih besar dan tinggi.

Menurut pengakuan korban, dia dipukul karena diikira akan memberhentikan pelaku dari main volly. Bahkan pelaku sudah sering mendapatkan ancaman dari pelaku atau teman sekolahnya tersebut.

Tidak hanya itu, korban juga mengakui kalau hal tersebut sudah dilaporkan ke guru BK.

“BKnya bilang ini sudah selesai disekolah, jadi tidak usah lapor ke orang tua, sempat damai namun dia ngulangin lagi dengan ancaman mau mukul lagi, bahkan ancaman sampai 4 kali dan saya terus laporkan ke BK cuma tidak panggil orang tuanya, sehingga saya bilang ke orang tua saya”. Tegas korban dalam video saat diwawancarai seseorang dalam video berdurasi 01.58 menit.

BACA JUGA :  Dandim 0826/Pamekasan Pimpin Upacara di SMAN 1 Pamekasan, Motivasi Siswa Raih Masa Depan Gemilang

Hasil penelusuran media ini, kasus bullying itu ternyata telah dilaporkan ke Polres Pamekasan atas dugaan tidak pidana penganiayaan.

Dalam laporan nomor: STTLP/B/298/VII/2025/SPKT/Polrespamekasan/Polda Jawa Timur. Pelapor berinisial DSF melaporkan ke polisi.

Terlapor yakni beinisial PJ yang merupakan siswi di SMP 2 Pademawu Pamekasan.

Berdasarkan keterangan di kantor Polisi, kejadian itu bermula pada hari Senin 14 Juli 2025 dimana pelapor DSF (inisial) menerima Pesan dari terlapor PJ (inisial) yang mengancam akan membuat perhitungan kepada pelapor karena pelapor dituduh akan memberhentikan terlapor dari Club Volly.

BACA JUGA :  Polsek Tlanakan Himbau Prokes dan Bagi Masker Gratis di Yayasan Nurul Jadid Pamekasan

Keesokan harinya, tepatnya pada Selasa 15 Juli, teman terlapor berinisial ANS mengajak pelapor ke kelasnya, namun setibanya di kelas terlapor, pelapor langsung menerima penganiayaan dari terlapor secara bertubi-tubi.

Namun, beruntung kejadian cepat dilerai oleh teman korban berinisial KF.

Akibat kejadian itu korban mengalami memar di bagian dagu dan lengan, selain itu korban penganiayaan mengalami trauma

Sementara, saat dikonfirmasi media ini Minggu (10/8/2025), Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Jupriadi membenarkan atas adanya laporan tersebut. Pihaknya, saat ini tengah melakukan penyelidikan.

BACA JUGA :  Disdikbud Aceh Selatan Gelar Pelatihan Guru PAUD HI Dan Peningkatan Mutu PAUD HI.

“Benar sudah laporan, masih dalam proses lidik,” tukas AKP Jupriadi, singkat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan adalah H. Mohamad Alwi, S.Sos., M.Si, melalui pesan WhatsAapnya menyampaikan bahwa kejadian tersebut sudah ditangani.

“Sdh ditangani, Smoga ada penyelesaian yg baik krn sama2 msh muda”. Ujarnya

Ia juga sudah mengetahui atas laporan yang dilayangkan korban ke Polres Pamekasan, dan pihaknya akan melakukan upaya mediasi mengingat keduanya masih dibawah umur.

“Betul….Nanti akan di Mediasi lagi krn sama2 dibawah umur”. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *