Akhirnya Kepala Kemenag Pamekasan Minta Maaf dan Akui Pernyataannya Khilaf
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Imbas pernyataan Kepala Kantor Kementrian Agama ( Kemenag ) yang sebelumnya sempat menyinggung masalah kode etik jurnalistik dan menuding wartawan memfitnah, akhirnya minta maaf. Kamis ( 27/07/2023)
Pemintaan maaf tersebut disampaikan secara langsung bersamaan dengan proses klarifikasi yang dilakukan beberapa wartawan.
Audiensi yang diikuti oleh puluhan wartawan ke kantor Kemenag Pamekasan dilatar belakangu atas pernyataan Mawardi kepada salah satu wartawan soal kode etik jurnalistik, yang menuding wartawan memfitnah perihal berita dugaan jual beli porsi haji
Yang sebelumnya, Wartawan tersebut menolak permintaan Mawardi untuk membuka identitas narasumber berita dugaan jual beli porsi haji, yang sudah jelas – jelas sudah diatur dalam Undang – undang pers dan kode etik jurnalistik.
“Pertama kami tidak berniat menyinggung dan menfitnah, dan kami sudah melakukan klarifikasi terhadap FWP bahwa itu sebatas ungkapan pribadi kepada satu wartawan, tidak ada hubungannya dengan wartawan secara keseluruhan.” Tegasnya
Mawardi mengatakan bahwasanya pernyataan tersebut tidak ada niatan untuk menyebut wartawan secara keseluruhan.
“Tidak ada niatan untuk menyebut keseluruhan wartawan secara keseluruhan, dan jika hal yang tidak diniatkan ini menyinggung wartawan, maka kami memohon maaf.” Tambah Mawardi
Ongki Arista UA saat mendatangi kantor Kemenag bersama beberapa wartawan membawa lima permintaan, diantaranya meminta Kepala Kemenag Pamekasan untuk tidak mengulangi tuduhan – tuduhan fitnah kepada wartawan.
βItu yang jadi alasan kami kesini, karena profesi wartawan dilindungi UU Pers, dan wartawan harus merahasiakan narasumber,β tutupnya.





