SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Ada-Ada Saja! Modus Membuat Card, Ujungnya Minta THR Marak di Labuhan Batu  

Foto: Ketua LSM P3HN dan Card Lebaran dari Kecamatan Rantau Utara.

Sumatera Utara, CYBERJATIM.ID – Ketua LSM P3HN dan Card Lebaran dari Kecamatan Rantau Utara.

Labuhanbatu, MPOL: Modus dengan menyaru membuat Card Lebaran dengan motif meminta Tunjangan Hari Raya (THR) keberbagai para pengusaha semangkin merajalela saja. Parahnya Oknum pejabat di Labuhanbatu pun ikut serta dalam membuat card lebaran yang ditabur keberbagai pihak pengusaha dengan modus ucapan selamat idul Fitri.

Cara kampungan itu masih saja dilakukan oleh seorang Bawahan Erik Adtrada selaku Bupati Labuhanbatu.
Diduga dengan berharap agar card yang ditebar diisi oleh sipengusaha.

Modus untuk buat card ujungnya minta THR. Semua orang pasti tahu tujuan card itu diberikan kepada pengusaha untuk apa,pastilah mengharapkan balasan, jawaban-jawaban dengan ucapan selamat idul Fitri agar supaya tidak malu atas perilaku seorang pejabat yang meminta-minta kepada pengusaha,”Kata

BACA JUGA :  Kontener Jatuh di Pelabuhan Namlea, Diduga Berisi Bahan Kimia Diamankan Polres Pulau Buru

Parlaungan Sipahutar Ketua Umum LSM Peduli Pembangunan dan Penyelamatan Harta Negara (P3HN), Minggu (16/4/2023).

Katanya,atas pembuatan card itu,ia meyakini bahwa hal itu tidaklah diketahui seorang Bupati atas perilaku bawahannya yang hanya memberikan card lebaran pada kalangan pengusaha saja.

“Saya rasa meski adanya kata Bolo Labuhanbatu di label card itu, saya yakin Bupati tidak mengatahui atas perilaku bawahannya itu, tapi entah lah.!,” ujar Parlaungan.

Sementara itu,Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada dikonfirmasi awak media ini melalui via Whatsappnya belum bersedia menanggapi atas hal itu.

Diberitakan sebelumnya, meski pembuatan Card Lebaran Pejabat diantaranya menjadi salah satu temuan Badan Pemerikasaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Sumatera Utara pada tahun 2017 hingga menjadikan tersangkanya Sekda Labuhanbatu berinesial MYS. Kini pejabat di Lingkungan pemkab yang dipimpin Erik Adtrada selaku Bupati masih tetap optimis membuat card lebaran yang ditebar ke berbagai pihak.

BACA JUGA :  Guru honorer  menegaskan kepada Pemprov NTT agar segera mempercepat guru honorer kategori P1

Informasi dihimpun awak media ini,temuan pada Tahun 2017 itu atas pembelian perangko card Lebaran keperluan KDH, WKDH dan Sekda sebesar Rp.300.000.000,-

Selain pejabat, Card lebaran Wartawan dan LSM juga terkena imbas temuan BPK pada tahun 2017 lalu sebesar Rp.88.000.000.-

Meski begitu, Napsir Rambe selaku Camat Rantau Utara (Ratu) tetap optimis membuat card lebaran pada Tahun 2023 ini menjelang lebaran yang diduga ditabur pada kalangan tertentu.

Penulusuran awak media ini,card yang ditabur dibeberapa pengusaha bertuliskan Pemerintah Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Nafsir Rambe,ST Camat Rantau Utara mengucapkan selamat idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah atau 2023 Masehi dan bertuliskan Bolo Labuhanbatu.

BACA JUGA :  Bani Group Kembali Launching Usaha Baru, Ali Zain : Ini Hanya Titipan Dari Allah

“Diberikan card lebaran,saat ini pun tau lah Abang sulitnya, dapat kejutan card lagi, memang judulnya ucapan selamat idul Fitri, tidak usah dijabarkan bang, tau sama tau lah,” Jum’at (14/4/2023).

Sementara itu Napsir Rambe dikonfirmasi awak media ini melalui telepon seluler membenarkan kalau card lebaran yang beredar merupakan card lebaran dari Kecamatan yang ia pimpin.

“Benar itu dari kecamatan, kan tidak salah memberikan card lebaran untuk mengucapkan lebaran? Disingung oleh awak media ini, kenapa hanya pengusaha saja yang diberikan card sedangkan warga tidak diberikan? Aduh, berapa lagi biayanya buat card lebaran itu,” sebut Camat Ratu.

PEWARTA;ROBIN SILALAHI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *