Karyanya Tembus Internasional, Farid : Saya Sampai Ngemis Kepada Pemerintah Tapi Tidak Ada Respon
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Sebuah apresiasi bagi cak Roped pengusaha sabut kelapa yang sempat putus asa karena usahanya merosot kini bangkit dengan alat seadanya.
Konsep ramah lingkungan dengan mengumpulkan jutaan sabut kelapa setiap harinya mampu membuat hasil karyanya go internasional.
Sabut Kelapa yang disulap menjadi Vas Bunga dan Sandal tidak hanya digandrongi peminat lokal, bahkan usahanya mampu bersaing ditingkat Internasional.
Namun mirisnya sampai saat ini Farid mengatakan terkait kelemahannya dalam bersaing dengan pengusaha besar khususnya dari kelayakan alat produksi yang sangat sederhana.
Niat dan tujuannya untuk mengangkat perekonomian masyarakat dan mengangkat pengangguran di Kabupaten Pamekasan tidak berjalan mulus, karena alat produksi yang digunakan tidak mendukung dan terlalu banyak kekurangannya, sehingga pihaknya merasa kesulitan untuk bersaing dengan pengusaha besar.
Modal nekat itulah strategi yang digunakan Farid guna keberlangsungan usahanya saat ini.
” Usaha saya sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2018, tapi sempat hancur pada tahun 2020 sampai 2021 karena pengiriman terkendala Covid-19 “. Tegas Cak Roped
Ditanya terkait campur tangan pemerintah, pihaknya mengakui sampai saat ini tidak ada, hanya saja mendapatkan janji yang tak pernah terealisasi.
” Tidak ada campur tangan pemerintah mas sampai detik ini, saya cuma dijanji – janjiin terus, komunikasi dengan dewan sudah dan bahkan Komunikasi secara langsung dengan Bupati juga pernah, tapi hanya sekedar dipuji, kalau dari segi support tidak ada “. Ungkap Farid
Cak Roped menambahkan bahwa pihaknya juga pernah mengemis terhadap pemerintah setempat namun tidak pernah ada respon, padahal roped sangat berharap guna keberlangsungan usahanya.
” Saya sampai ngemis – ngemis, tapi tidak ada respon baik sampai detik ini, soalnya saya butuh banget, dan inipun juga nama baik Pamekasan “. Pungkasnya





