SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Wah…!! Gebyar Batik Pamekasan Telan Anggaran 1,5 Miliar, Manfaatnya apa ?

Gebyar Batik Pamekasan di Kabupaten Malang

PAMEKASAN,Cyberjatim.id,- Konsep yang sama setiap tahun dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam mempromosikan batik has Pamekasan.

Namun ada perbedaan dari tahun sebelumnya yakni anggaran semakin meningkat mencapai 1,5 Miliar, dibanding dari tahun sebelumnya hanya 194.477.400,00 pada tahun 2020

Tahun 2021 pegelaran gebyar batik mencapai 162.500.000,00 yang diletakkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Meningkatnya anggaran di tahun 2022 karena Gebyar Batik dilakukan secara Road Show di pulau Jawa – Bali. yakni 6 titik yang berbeda.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Cianjur Serap Aspirasi Warga Lewat Reses III Tahun Sidang 2022-2023

Keenam lokasi itu yakni kabupaten Malang, Tuban, Kediri, Probolinggo, Jember, dan terakhir Bali yang akan dimulai pada 18 maret mendatang.

Untuk acara pertama di kabupaten Malang, Pemkab Pamekasan melalui Disperindag Pamekasan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 200.000.000,00. Sedangkan untuk acara yang kedua di Tuban Rp. 150.000.000,00 yang sudah dianggarkan.

BACA JUGA :  Kokam Aceh Gelar Apel Perdana di MBS

Isol aktivis PMII Pamekasan sangat menyayangkan konsep mempromosikan Batik yang digelar setiap tahun hanya menguntungkan beberapa orang saja, bahkan sampai saat ini para pengrajin batik masih kesulitan mencari pasar.

” Dampaknya terhadap pengrajin batik apa ? bukan hanya sekarang bahkan setiap hari kalau kita turun ke pembatik dan kemudian menanyakan bagaimana penjualannya pasti bilang sepi, ini kan berrti acara yang digelar Pemkab hanya buang-buang anggaran saja “. Tegasnya

BACA JUGA :  Kisah Mengharukan Nana dan Tio, Dua Bocah Penjual Jajanan demi Bantu Orang Tua

Faisol menambahkan bahwa seandainya anggaran 1,5 Miliar tersebut dibelanjakan batik, pihaknya sangat mendukung.

” Coba 15 Miliar itu belanjakan langsung pada pengrajin batik, betapa bahagianya para pengrajin batik, jika konsep strategi market yang dilakukan Pemkab hanya itu – itu saja, beli batiknya dan kemudian bantu pasarkan “. Ujar Faisol

Red

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *