Teken MoU Budidaya Ayam Petelur di Lapas Pamekasan, Founder Bani Insan Peduli Tekankan Semangat Fastabiqul Khairat
PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID- Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, hadir langsung dalam prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) program budidaya ayam petelur di Lapas Kelas IIA Pamekasan, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Jawa Timur, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Rektor Universitas Madura, Kepala Cabang BRI Area Madura, Manager External PT Ayunda Permata Sejahtera, serta sejumlah tokoh dan pejabat tinggi Jawa Timur.
Sebelum menandatangani perjanjian kerja sama, Ali Zainal Abidin meninjau langsung fasilitas kandang dan populasi 3.500 ekor ayam petelur yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bang Ali ini menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan panggilan nurani dan keagamaan.
”MoU di depan ini saya katakan hanya sebatas formalitas. Mau berapa kali MoU pun, kalau tidak ditanamkan tentang bagaimana pentingnya manfaat, maka percuma. Kita datang ke ruangan ini sekalipun hanya ingin menjalankan perintah Allah SWT,” tegas Ali Zainal Abidin.
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil produksi ribuan telur dari lapas tersebut didistribusikan langsung secara gratis kepada masyarakat luas.
”Kalau boleh saya jujur, ribuan telur dari budidaya ayam petelur ini hasil dari lapas yang langsung saya salurkan secara gratis kepada masyarakat. Seringkali saya sampaikan, kita di sini hanya titipan saja; jangankan harta, nyawa pun hanya titipan,” tambah Direktur Central 88 Gold and Jewellery tersebut.
”Yang paling saya tanamkan di hati kita semua, khususnya Kalapas Pamekasan, ayo kita sama-sama berjuang dalam Fastabiqul Khairat,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, mengapresiasi tinggi visi kemanusiaan yang disampaikan oleh pihak mitra. Ia mengaku terkesan dan berharap sinergi ini dapat membawa keberkahan jangka panjang.
”MoU itu hanya seremoni. Yang terpenting dan paling utama adalah kebermanfaatan untuk umat. Ini yang bikin saya betah di sini dan hati saya merinding. Semoga kerja sama ini bisa berlanjut dan bahkan kita bisa bersama-sama bergandengan tangan di surga,” tegas Kusnali.





