SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

MIS Nurul Ulum Diduga Melakukan Penggelembungan Jumlah Siswa, Kemenag Diminta Segera Ambil Tindakan

PAMEKASAN – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Ulum, Candi Burung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Diduga melakukan penggelembungan jumlah siswa untuk mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang lebih besar.

Hal itu menjadi perhatian aktivis, Zainal Erdogan, menurut data yang ia miliki tahun anggaran 2025-2026 ada kejanggalan dari data jumlah siswa dengan fakta dilapangan.

“Setelah kami turun kelapangan bersama Kepala Kemenag Pamekasan MIS Nurul Ulum selisihnya mencapai 29 siswa dari jumlah faktanya 92 siswa,” katanya.

Pihaknya menambahkan, kelebihan 29 ada kejanggalan, sebab dari pihak sekolah mengaku siswa tersebut merupakan kelas Fillial (sekolah cabang atau “kelas jauh” yang berada di bawah naungan serta administrasi sekolah induk).

BACA JUGA :  Ketua MPD Lantik Komite MIN 8 Aceh Selatan Serta Launching Kegiatan Aksis I

“Ketika kami cek, dari 6 kelas tersebut berjumlah 63, sedangkan sisanya menurut pihak sekolah adalah kelas Fillial yang cukup jauh yakni di Palengaan Daya. Ini kan aneh masak di Palengaan tidak sekolah kok malah menginduk ke MIS Nurul Ulum,” ujarnya.

Bahkan pihaknya juga mengaku ragu dengan alasan yang disampaikan oleh pihak sekolah.

“Kami merasa janggal ketika Kepala Kemenag menyuruh pihak sekolah menelfon salah satu guru yang ada di Palengaan Daya ternyata alasan ini itu, kemungkinan besar dugaan kami benar,” jelas Zainal ke Cyberjatim.com.

BACA JUGA :  Diduga Ada Penggelembungan Jumlah Siswa, SMP Ma'arif 7 Pamekasan Disorot

Dirinya berharap, Kemenag segera mengambil tindakan baik secara administratif ataupun melakukan pengecekan terhadap kelas Fillial tersebut.

“Ayo mulai dari sekolah ataupun Madrasah untuk menanamkan kejujuran, jangan sampai sekolah akan menjadi contoh yang buruk bagi muridnya nanti sebagai penerus.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Pamekasan, Mawardi meminta MIS Nurul Ulum dan Madrasah lainnya untuk berbenah.

BACA JUGA :  Abdus Salam Marhain Terpilih Sebagai Presiden Mabes NGO Pamekasan, Zaini Wer Wer : Tetap Gigih, Kreatif dan Inovatif

“Saya tidak ada kepentingan di Madrasah ini, jika ada madrasah di bawah naungan Kemenag bermain data, maka kami akan evaluasi,” tukasnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap temen-temen pegiat sosial yang telah membantu kemenag dalam kontrol untuk membenahi madrasah di bawah naungan Kemenag.

“Saya berterimakasih sekali kepada temen-temen telah berpartisipasi untuk memvalidasi jumlah siswa kami di Madrasah. Maka dari itu kami langsung tanpa pemberitahuan tanpa membawa pengawas turun ke lokasi dan kami bawa data dari EMIS,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *