Lakukan Aksi Demonstrasi di Dua Lokasi, Jaka Jatim Ancam Akan Bawa Dugaan Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim ke Pihak yang Berwenang
SURABAYA ,-Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Kawal Jawa Timu (Jaka Jatim) kembali turun aksi Demonstrasi untuk tidak lanjut dugaan kasus kredit fiktif Rp 569,4 miliar Bank Jatim.
Kali ini Jaka Jatim turun di dua lokasi yakni di Bank Jatim Surabaya dan di kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Kamis (24/05/2024).
Saat ditemui wartawan, Korlap Aksi Musfiq mengatakan, akan mengkawal kasus dugaan kasus dugaan kredit fiktif yang terjadi di Bank Jatim sampai tuntas.
“Dibuktikan kali ini kami melakukan aksi demonstrasi di dua lokasi yak Bank Jatim Pusat di Surabaya dan Pemprov Jatim,” tuturnya.
Dijelaskannya bahwa Jaka Jatim juga melakukan aksi di Pemprov Jatim disinyalir ada keterkaitan juga dengan bocornya dana miliaran di bank Jatim.
“Perlu kami sampaikan di dalam mengelola saham terbesar yakni dari Pemerintah Jawa Timur 51.13 persen. Ada kemungkinan ada pejabat Pemprov Jatim terlibat didalamnya,” terangnya.
Bahkan Musfiq mengancam bahwa akan membawa kasus dugaan kredit fiktif miliaran rupiah di Bank Jatim tersebut kepada Pihak yang berwenang (APH).
“Jika tuntutan kami tidak di indahkan, dan Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa. Red) tidak secepat melakukan tindakan dan mengevaluasi, maka kami akan membawa kasus ini ke ranah Hukum,” tukasnya.
Adapun Tuntutan Demonstrasi Jaka Jatim sebagai berikut:
1. Bongkar kerugian uang negara sebesar Rp 569,4 miliar terkait kredit fiktif dan pembobolan uang nasabah sebesar Rp 119 miliaran di PT. Bank Jatim diduga mengalir ke beberapa pihak bahkan ke Gubernur Jawa timur.
2. Segera adili dan proses hukum yang terlibat dalam kasus tersebut, baik jajaran Direksi, Komisaris serta pejabat di lingkungan Pemprov. Jatim.
3. Stop jual-beli jabatan di PT. Bank Jatim mulai tingkat kepala cabang sampai jajaran direksi.
4. Pecat semua jajaran kepala cabang di 38 Kabupaten/Kota dan jajaran direksi serta komisaris Bank Jatim dan segera melaksanakan RUPS-LB.
5. Diamnya Gubenur Jawa Timur adalah simbol keterlibatan di dalamnya, Kalau berpihak ke rakyat JawaTimur, segera bertindak!!!
6. Kasus korupsi dan pencucian uang di Bank Jatim hampir satu triliun, sangat tidak logis kalau pimpinan di Bank Jatim cuci tangan.
7. Jika dalam waktu dekat Pemprov. Jatim dalam hal ini Gubenur Jatim tidak melakukan evaluasi dan pengusutan kasus ini, maka Jaka Jatim akan melaporkan ke pihak yang berwenang.





