SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Setelah Hanan Attaqi, Kini Kiai Imaduddin Utsman Banten Ditolak Ulama dan Tokoh Se-Madura

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Sebelumnya pada bulan Februari lalu terjadi penolakan terhadap pendakwah kondang asal Aceh yaitu Ustad Hanan Attaqi oleh warga Nahdiliyin Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

 

Acara yang dikemas dengan Sharing Sassion di Masjid Muttaqin Desa Laden, Kabupaten Pamekasan yang bertajub ” Jadi Pemuda Anti Baper, Anti Mager ” pernah diwarnai aksi besar – besaran didepan Masjid Muttaqin Laden.

 

Namun acara yang diikuti oleh ratusan pemuda Pamekasan berjalan lancar dan banyak mendapatkan respon positif dari warganet saat live streaming di akun youtube Hanan Attaqi.

 

Saat ini, kembali muncul penolakan terhadap salah satu pendakwah kondang asal Banten yakni Kiai Imaduddin Utsman Banten, oleh ulama dan tokoh Madura, yang ditandai dengan viralnya selebaran diberbagai group WhatsApp dan ditandatangani oleh oleh kurang lebih 23 ulama dan tokoh se Madura.

BACA JUGA :  Peduli Terhadap Sesama, Cong Wahyu Bagikan Ribuan Bungkus Daging Qurban

 

Dari 23 Ulama dan Tokoh Madura yang menandatangi tersebut diataranya Pamekasan : 1. KH. Muhammad Rafi’i Baidlawi 2. KH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin 3. KH. Faisol Abdul Hamid 4. KH. Ali Salim 5. KH. Imam Romli 6. KH. Ali Karrar Sinhaji

 

Sampang : 1. KH. Muqtadir Sinhaji 2. KH. Mahrus Abdul Malik 3. KH. Abd. Muhaimin Abd. Bari 4. KH. Faurok Alawi 5. KH. Yahya Hamiduddin 6. KH. Malik Tarsawi

 

Bangkalan : 1. KH. Abdullah Khon Thobroni 2. KH. Muktafi Abdullah Sakhol 3. KH. Moh. Cholid Makhsus 4. KH. AA. Dahlawi Zarkasyi 5. KH. Abdul Rosyid 6. KH. Ismail Amin

BACA JUGA :  Menteri Agama Gus Yaqut Bagikan Video Momen David Mengucap Syahadat

 

Sumenep : 1. KH. Ach. Fauzi Tijani 2. KH. Fakhri Sayuthi 3. KH. Jurjis Muzammil 4. KH. Ali Fikri Warits 5. KH. Sirojuddin

 

Alasan ditolaknya Kiai Imaduddin Utsman Banten yang akan mengisi ceramah di Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan terdapat empat tuntutan yang tertuang dalam surat tersebut diantaranya :

 

1. Mengingat Masyrab ( Adat Tatakrama ) para guru dan sesepuh Madura di 4 Kabupaten sejak dahulu ( harus menghormati dan memuliakan para habaib dan para guru serta keturunannya )

2. Mengingat Masyrab ( Adat Tatakrama ) yang dimiliki Kiai Imaduddin Utsman sangat berbeda dengan Masyrab para guru dan sesepuh Madura, karena terlihat kurang menghormati dan memuliakan para habaib sehingga mempermasalahkan keaslian nasab habaib Bani Ba’ Alawi yang tersebar dibumi Yaman dan Nusantara.

BACA JUGA :  Kabid LPTQ DSI Aceh Selatan Sukses Bawa 12 Finalis MTQ Ke XXXVI Tingkat Propinsi Aceh.

3. Maka dari itu kami para Ulama dan Tokoh Madura sangat berat hati dengan rencana menghadirkan Kiai Imaduddin Utsman Banten ke Madura dan meminta agar menghadirkan kiai lain saja yang tidak berbeda dengan Marysab para guru dan sesepuh Madura.

4. Meminta kepada Kepala Desa Banyupelle Palengaan ( Bpk. Syamsul Arifin ) agar menggagalkan rencana menghadirkan Kiai Imaduddin Utsman Banten dengan alasan demi keamanan dan ketenangan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *