Polda Sumut Kecolongan, Chek Yung yang Diduga Mengendalikan Judi Online di Negara Kamboja dan Philipina dari Medan
Kota Medan Sumatera Utara, CYBERJATIM.ID – Orang bilang BING Bos judi terbesar di Medan adalah Apin BK alias Jonni, yang sudah mendekam di LP Tanjung Gusta Medan Sumatera Utara.
Ternyata, dari hasil penelusuran atau penyelidikan dilapangan bahwa Apin BK hanyalah sebagai ”tumbal” saja.
Apin BK tidak mau untuk membongkar dikarenakan diduga takut kepada konsorsium judinya.
Dia adalah, Chek Y.. yang lebih dikenal alias Buyung. Pria turunan Tionghoa yang tinggal di perumahan mewah Jl.Cemara, Desa Medan Estate, Kec Percut Sei Tuan itu diduga telah mengendalikan 13 situs judi online di Kamboja dan Philipina bersama tiga anaknya dari Kota Medan.
Bisnis perjudian itu sudah lama beroperasi sekitar 2 tahun.
Awalnya, Buyung bersama konsorsiumnya mulai merintis dan membuka di kawasan Amplas.
Seiring berjalannya waktu, bisnis perjudiannya semakin berkembang.
Kemudian, konsorsium Buyung telah pecah kongsi alias pecah saham, masing-masing telah membuka usaha sendiri- sendiri termasuk Apin BK dan beberapa temannya.
Walau pun tidak satu managemen lagi namun mereka tetap kompak dan saling membantu.
Buyung kemudian membuat jaringan kerja sama dengan temannya di Kamboja untuk membuka bisnis perjudian. Pria berusia 40 an tahun itu membawa orang-orang Indonesia bekerja di bisnisnya itu.
Sementara Apin BK membuka bisnis judi di Komplek Cemara Asri yakni di Warung Warna Warni (WWW) termasuk dibeberapa lokasi di Medan dan Deli Serdang Sumatera Utara.
Ke 13 situs judi online yang dikendalikan oleh Buyung yakni, Elangwin, Mamen123, Musangwin, Fendi188, Prada188, Angkasa168, Batik77, Singawin, Gasing777, Bento123, Suster123, Semutwin dan Berkahwin.
Untuk mengelola ”ti ko ti” itu, Buyung dibantu oleh ketiga orang anaknya, yakni K alias AH, RT dan CV.
Untuk membantu ketiga anaknya itu, Buyung eks toke perabot yang namanya sudah di blacklist dari Bank Indonesia itu mempekerjakan warga Indonesia dengan istilah khas besar dan khas kecil antara lain inisial San, Sur, Siak Ngo, Ay, Ri dan lain-lain.
Mereka ini jugalah yang sudah bertugas mentransper hasil usaha tersebut kepada orang-orang tertentu.
Hampir setiap bulan Buyung pergi ke Kamboja dan Philipina.Disana juga dia memiliki kantor cabang. Dari Medan, dia mengendalikan lewat hanphonnya dan ketiga anaknya.
Apin BK dari 18 situs judi online yang dioperasionalkannya di Medan hanya sekitar Rp.1 milyar setiap hari.
Namun, Buyung dari omzet 13 situs judi onlinnya yang berada di Kamboja dan Singapura bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp.100 milyar setiap bulan.
Omzet inilah yang dibagi-bagikan Buyung kepada oknum-oknum petugas yang berasa di kota Medan.
Maka tidak heran aparat berwewenang tidak ambil pusing dengan bisnis haram tersebut apalagi alasannya, sulit dilacak karena situsnya beroperasi di Kamboja dan Philipina.
Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut sepertinya tidak menelusuri situs perjudian tersebut.
Dirreskrimsus Poldasu Kombes Teddy Marbun yang dikonfirmasi soal judi online yang dikendalikan dari Medan mengaku tidak mengetahui.
Justru perwira melati tiga itu meminta nama situs onlinenya berikut identitas pengelola dan alamatnya.
Namun sayang, data-data yang diberikan untuk keperluan konfirmasi itu sepertinya belum dapat ditelusuri justru entah siapa yang membocorkan diduga data dimaksud sampai kepada terduga pengelolanya.
Sementara itu, Buyung yang dikonfirmasi ke no 0639683364xxx tidak dapat untuk dihubungi.***
PEWARTA;ROBIN SILALAHI





