SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Bupati Pamekasan Gadai Cincin Rp.3 Juta Diduga Gimik, Suja’i : Untuk Menghilangkan Mahar Rp.600 Juta

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Tercium aroma busuk Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ( JPTP ) diduga bermahar ratusan juta rupiah untuk menduduki kursi Kepala Dinas di Kabupaten Pamekasan. Senin ( 03/07/23 )

Dikutip dari mediajatim.com isu tersebut muncul bermula setelah ada dugaab pengakuan dari salah satu pejabat, bahwasanya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto yang harus membayar mahar sekitar Rp.600 Juta.

 

Namun dalam mengalihkan isu tersebut, Bupati Pamekasan diduga memberikan jawaban yang nantinya akan mengaburkan isu utama dengan sebuah pernyataan yang diduga sangat tidak masuk akal.

BACA JUGA :  Atas Perintah Kepada Sekolah SDK Amahatan, Operator Sekolah Hapus Data Siswa Di Dapodik 

 

Mas Tamam menegaskan, selama dirinya menjabat sebagai bupati tidak akan ada jual beli jabatan. “Saya jamin tidak ada jual beli jabatan,” imbuhnya.

 

Bahkan, dia menceritakan, pada saat lebaran iduladha 1444 hijriah kemarin, dia masih menggadaikan cincin istrinya di kantor pegadaian di Kecamatan Tlanakan.

BACA JUGA :  Beberapa Kepala Dinas dan Staf Dilingkungan Pemkab Pamekasan Dipanggil Polda Jatim, Benarkah ?

 

“Hanya butuh uang Rp3 juta. Kalau saya jual beli jabatan, apa saya akan gadaikan emas istri ke pegadaian Rp3 juta,”. Tegasnya

 

Sehingga dari pernyataan Bupati Pamekasan tersebut banyak mendapat respon dari berbagai aktivis dan pegiat sosial dan bahkan saat ini digelar galang dana untuk membantu menebus cincin istri Bupati Pamekasan yang digadaikan.

 

Suja’i Ketua Barisan Masyarakat Merdeka ( BMM ) menegaskan bahwa pernyataan Bupati Pamekasan diduga tidak masuk akal, karena sekelas Bupati harus rela menggadaikan cincinya Rp3 Juta.

BACA JUGA :  Polda Jabar Terus Rutin Lakukan Kegiatan Pengamanan Testing dan Commissioning Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ( KCJB )

 

” Saya yakin itu hanya Gimmick untuk menghilangkan isu mahar yang Rp600 juta, sehingga saat ini masyarakat tidak fokus atas isu utama tersebut dan memilih mengangkat isu yang tidak masuk akal, untuk mendapatkan simpati dari Masyarakat “. Tutur Suja’i dengan singkat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *