SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Gelar Aksi di Polda Sumut, Mahasiswa Minta Kapolres Samosir Dinonaktifkan

Mahasiswa dari Permasi Menggelar Aksi di Depan Mapolda Sumatera Utara.

Sumatera Utara, CYBERJATIM.ID, – Puluhan mahasiswa menggelar aksi dengan menghidupkan lilin dan membawa foto Bripka Arfan Saragih, di depan Mapolda Sumut. Massa meminta Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman untuk dinonaktifkan.

Pantauan awak media ini Rabu (29/3/2023), massa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Samosir (Permasi) itu tiba sekitar pukul 17.25 WIB. Mereka turut membawa sejumlah spanduk.

“Usut tuntas kematian Arfan Saragih dan nonaktifkan Kapolres Samosir,” demikian isi spanduk tersebut.

Setelah melakukan orasi, massa lalu memasang foto Bripka AS di jalan pintu masuk Mapolda Sumut. Selain itu, mereka juga menghidupkan lilin tepat di depan foto Bripka Arfan Saragih.

BACA JUGA :  Menjadi Pembina Upacara Bendera Di SMU Negeri 1 Labuhanhaji Timur Ini Pesan Kapolsek Iptu AM.

Ketua Permasi, Sirdo Sagala mengatakan ada beberapa tuntutan yang ingin disampaikan oleh pihaknya dalam aksi tersebut. Pertama, meminta agar Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman untuk dinonaktifkan dari jabatannya.

“Kami meminta untuk menonaktifkan Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman,” kata Sirdo.

Sirdo meminta penonaktifan Yogie itu dilakukan selama penyelidikan kasus kematian Bripka AS dan penggelapan pajak itu diselidiki pihak kepolisian. Menurutnya, penonaktifan itu dapat memudahkan pengungkapan kasus tersebut.

BACA JUGA :  Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Selatan.

“Agar penanganan kasus ini dapat diselesaikan dengan transparansi, dan demi memudahkan pengungkapan kasus Bripka Arfan Saragih, kami meminta Kapolri segera menonaktifkan Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman selama pengungkapan kasus ini berjalan,” ujarnya.

Lalu, tuntutan kedua dari massa aksi, meminta Kapolri untuk membentuk tim khusus dalam mengungkap kasus kematian Bripka Arfan. Massa meminta Kapolri agar melakukan autopsi ulang terhadap jasad Arfan Saragih.

BACA JUGA :  STIKOSA – AWS MoU Dengan Indosat Ooredoo Jawa Timur Terkait Kerjasama B to B

“Segera usut tuntas kematian Bripka Arfan Saragih dengan melaksanakan autopsi ulang dan membentuk tim independen,” jelasnya.

Ketiga, massa meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penggelapan pajak di UPT Samsat Pangururan. Termasuk menyelidiki seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Segera ungkap dalang dalam kasus terjadinya penggelapan pajak kendaraan ini secara terang benderang,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *