SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Melestarikan budaya Lokal, Suku Manesanulu Haliren lakukan Ritual adat Hamis Batar

M@u
Suku Manesanulu ( Uma kakaluk) Haliren Ritual adat difoho, Acara Hamis Batar ( M@u)

BELU, CYBERJATIM.ID – Salah satu bentuk budaya lokal yang terdapat di kabupaten Belu adalah budaya lokal Hamis Batar. budaya lokal hamis batar dilaksanakan oleh masyarakat Belu sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta atas panen yang mereka peroleh selama setahun.

 

Ritual Hamis Batar( Kari Batar ) istilah dalam kehidupan sehari-hari, merupakan sebuah ritual adat yang dilakukan untuk menyambut musim panen jagung ( Soi Batar). Lakanmau, Lasiolat,Belu.

 

Hamis Batar ( Kari Batar ), dilaksanakan oleh masyarakat Belu pada umumnya, suku Manesanulu (Uma kakaluk), sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta atas panen yang mereka peroleh.

BACA JUGA :  Bupati Aceh Selatan Lepas Mobil Pawai Takbir Idul Fitri 1444 H

 

Hamis Batar dalam bahasa Tetun, hamis yang berarti “syukur” dan batar yang berarti “jagung”.

 

suku uma Manesanulu ( Uma kakaluk) adalah masyarakat petani tradisional yang hidup dari berladang di kebun.

 

Suku Manesanulu ( Uma kakaluk, Haliren ) Dengan dipimpin oleh ketua suku dan tetua adat dalam Uma Kakaluk ( Suku Manesanulu). melakukan Ritual adat Hamis Batar,(Kari Batar ) di berapa tempat Pemali yang sudah lama diwariskan oleh nenek moyang dalam suku Manesanulu, (uma kakaluk ).

BACA JUGA :  Jumat Curhat di Manuaman, Masyarakat Minta Polres Belu Intensifkan Patroli di Jam Istirahat Malam*

 

Ritual adat Hamis Batar( Kari Batar ) di Suku Manesanulu ( Uma kakaluk), dilakukan setiap tahun sebelum panen jagung, sebagai buku wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta atas panen yang di peroleh.

 

 

Sebelum Melakukan Ritual adat Hamis Batar ( Kari Batar ), di Suku Manesanulu (Uma kakaluk), masing-masing anggota suku membawa Jagung dari Rumah masing-masing Serta ayam untuk berkumpul di rumah adat suku Manesanulu.

BACA JUGA :  Turun ke PLBN Motaain, Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M.Hum Bagikan Bingkisan kepada Anggota TNI Polri dan CIQS PLBN

 

Kemudian melakukan ritual adat Hamis Batar ( kari Batar ), dengan Ritual membunuh ayam di Foho odan matan dan masing masing anggota suku untuk menyebar ke setiap tempat pemali yang ada di sekitaran haliren ( Foho ) guna Membunuh ayam di tempat Pemali ( Foho, We ) dalam bahasa Tetun Ha turuk Ran hia Foho.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *