SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Gebyar Road Show Batik Tahun 2022 Disoal, Famas dan BMM Gelar Aksi di Depan Gedung Disperindag Pamekasan

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Road Show batik Jawa – Bali yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada tahun 2022 dihadiahi aksi demonstrasi diawal tahun 2023 oleh Front Massa Aksi ( FAMAS ). Senin ( 30/01/23 )

 

Aksi yang dikomandanj Abdussalam Marhain dan Suja’i ( Barisan Mahasiswa Merdeka ) tersebut terkait dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh pelaksana gebyar batim yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan.

 

Marhaien menuturkan dalam orasinya bahwa indikator dari kegiatan tersebut tidak jelas, sehingga pihaknya mengatakan bahwa kegiatan gebyar batik hanya dijadikan lahan basah untuk merampok uang negara.

BACA JUGA :  Oknum Komite Dalang dari Adanya Dugaan Pungli di Pendidikan Cianjur, Ini Penjelasannya

 

 

” Pengrajin batik saat ini mengeluh, karena batiknya tidak laku, Berhenti tidak mungkin, jadi saya pikir jika indikator dari kegiatan itu tidak jelas saya katakan pejabat Disperindag kabupaten pamekasan bodoh “. Tegasnya

 

Suja’i menyambungkan perwakilan dari Barisan Masyarakat Merdeka ( BMM ) menambahkan bahwa penggunaan anggaran 1,5 miliar tersebut bermasalah , anggaran yang pihaknya mengatakan hanya buat jalan – jalan ke bromo saat ini dalam tahan proses pemeriksaan di Mapolres Pamekasan.

BACA JUGA :  Pers Dan Kepolisian  Saling Membutuhkan Dalam Pelaksanaan Tugas Masing-Masing

 

 

 

” Penggunaan 1,5 miliar itu bermasalah dan daat ini di proses di Polres Pamekasan, angaran negara dibuat jalan – jalan ke Bromo, anggaran 1,5 miliar itu tidak jelas, bahkan sentra batik yang ada di Kabupaten Pamekasan tidak terawat “. Tegas Ja’ie sapaan akrabnya

 

 

Disinggung masalah dompleng kegiatan dengan kota lain, pihak Disperindag mengatakan bahwa even Bromo, Jember dan Bali tersebut merupakan even nasional yang diselenggarakan setiap tahun sekali atau agenda rutin.

BACA JUGA :  Babinsa Kangenan Komsos dengan Petani Bahas Kendala Pupuk Tembakau dan Keselamatan Kerja

 

 

” Masalah anggaran yang dompleng itu tidak sama disesuaikan dengan kebutuhannya, kalau yang bekerjasama relatif lebih rendah, dan disana kita bentuknya bukan hanya jualan batik saja, ada gelaran fashion show, ada gelaran tari, dan lain – lain, bahkan anggaran tersebut bukan 1,5 Miliar melainkan 1,3 Miliar karena ada pemangkasan anggaran “. Singkat Budi Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindag Kabupaten Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *