SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

Isu Pelakor Oknum Guru di Kabupaten Pamekasan Hoax, RMS : Saya Tidak Pernah Merebut Kebahagiaan Istrinya

Foto : Ilustrasi

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Viral berita oknum ibu guru menjadi perebut suami orang ( Pelakor ) sempat menggoncang dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

 

Berita hot terkait dugaan pelakor yang dilakukan oleh oknum guru dikabupaten Pamekasan diduga sudah menciderai pendidikan di Kabupaten Pamekasan.

 

Namun hal tersebut belum terbukti kebenarannya, setelah RMS terduga pelakor menepis isu tersebut, karena pihaknya tidak pernah merasa memberikan hal – hal spesial terhadap laki – laki berisinial MN yang juga merupakan pejabat Plat Merah.

BACA JUGA :  Bupati Tgk Amran Dan Forkopimda, Hadiri Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1444 H

 

Bahkan selain itu RMS juga mengatakan tidak pernah merebut kebahagiaan Wiwit Andayani bersama suaminya ( MN ).

 

 

” Tidak ada hubungan sebatas teman, bahkan saya diajak menjadi istrinya saya tidak mau dan setiap saya menolak dia selalu mengancam, bahkan sementara ini saya sangat tidak enak hati karena saya merasa nama baik saya tercemar “. Singkatnya saat diwawancarai oleh tim cyberjatim.id

BACA JUGA :  Jelang Idul Adha 1446 H, 617 Personel PLN UP3 dan Peralatan Dikerahkan Untuk Menjaga Keandalan Listrik di Titik Strategis

 

RMS menambahkan bahwa kejadian ini adalah ranah pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga atau yayasan tempatnya mengajar.

 

” Selain itu juga saya juga tidak enak hati terhadap yayasan tepat saya mengajar, karena nama baiknya juga tercemar, ini ranah pribadi dan saya siap jika nanti harus menindaklanjuti ke ranah hukum “. Tambahnya

BACA JUGA :  Diduga Tersandung Kasus Korupsi Dana Desa, Keuchik Air Berudang Ditetapkan Sebagai Tersangka.

 

Kasus dugaan pelakor tersebut hingga kini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan pada tanggal ( 09-01-23 ) kemarin, namun sepertinya belum mendapatkan tanggapan karena diduga belum ada bukti kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *