Demo di Pamekasan, Pantaskah Dapat Rekor Muri ?
PAMEKASAN. Cyberjatim.id,- Setiap hari kita rasanya mendengar gaungan merdeka, hidup mahasiswa dan hidup rakyat Pamekasan.
Sound System pick up selalu hadir disetiap OPD ke OPD yang lain bahkan sampai ke DPRD dan Pengusaha.
Sehingga Pamekasan bisa tercatat sebagai rekor muri kampung demokrasi.

Di tahun 2020 – 2021 Pamekasan dibanjiri oleh demonstrasi kaum intelektual dari berbagai ormas dan organisasi kemahasiswaan.
Istirahat sejenak bersamaan dengan tahun baru 2022, namun tidak lama dari tahun baru selesai, aksi kembali bermunculan dengan membawa beberapa tuntutan terhadao Pemkab, DPRD dan Bea Cukai Pamekasan
Aksi yang paling ramai di Kabupaten Pamekasan yaitu aksi tentang pelaksanaan Pilkades serentak dan aksi buruh perusahaan rokok, dari desakan pilkades wajib digelar sampai penolakan.
Konsep aksi yang berbeda mewarnai aksi di Kabupaten Pamekasan, ada yang sampai menginap didepan kantor Pemkab dan DPRD, ada yang menyegel Pendopo Ronggosukowati, bahkan menggantung celana dalam wanita.

Diawal tahun 2022 ini kembali muncul aksi besar-besaran dengan dihadiri ribuan massa, terkait ponolakan Pilkades dan desakan pilkades untuk segera digelar, sehingga pemerintah akhirnya menetapkan Pilkades serentak tanggal 23 april 2022.
Demo yang mendesak awalnya digelar oleh Aliansi Masyarakat Menggugat ( AMM ) yang di koordinatori oleh Jhoni dan Basith selanjutnya demo penolakan dilakukan oleh Komunitas Monitoring dan Advokasi ( KOMAD ) yang di Koordinatori oleh Zaini Wer – Wer.
Setelah isu Pilkades selesai, muncul kembali isu calon wakil Bupati yang di usung oleh partai Koalisi Berbaur, memunculkan nama Fattah Jasin dan Agus Mulyadi yang kemudian berawal dari perbincangan kecil para aktivis menjadi demo besar secara beruntun dengan tuntutan penolakan.
Kursi Wakil Bupati yang masih diduduki oleh
Almarhum Raja’e pernah menyampaikan bahwa Pamekasan berada diposisi kedua setelah Makasar di Indonesia.
“Saya dapat bocoran, Pamekasan urutan kedua domontrasi terbanyak setelah Makassar,” kata Rajae.
Di Pamekasan, lanjut Rajae menjelaskan, demontrasi oleh aktivis bisa lima kali dalam kurun waktu satu minggu.
Untuk diketahui, Pada tahun 2021. Tercatat Selama bulan maret 2021 jumlah demontrasi di kabupaten Pamekasan mencapai sebanyak 12 kali, dan perlu juga diketahui Kamis 3 Februari 2022 Aktivis PMII menggelar aksi ke kantor Bea Cukai Pamekasan, menuntut untuk penegakan terhadap maraknya rokok ilegal segera diperhatikan.
Red





