SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Logo Aplikasi Baca berita terbaru lebih cepat melalui Aplikasi Cyberjatim.id
INSTALL

PWI Pamekasan Nilai Kedatangan Menteri PUPR Kurang Penting, Khairul Anam : Serukan Seriusi 3 Dugaan Kasus Korupsi

PAMEKASAN, CYBERJATIM.ID,- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoljono yang juga akrab dipanggil menteri nyentrik, kunjungi proyek besar yang ada di Kabupaten Pamekasan. Jumat (29/03/24)

 

Kunjungan tersebut terhadap dua titik proyek yang dibiayai pemerintah pusat, yakni pembangunan pasar Kolpajung dengan nilai kontrak 81 Miliyar dan Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan ( SGRMP ) dengan nilai kontrak 70 miliar.

 

Kunjungan menteri berambut putih dan lagi viral dengan keunikannya tersebut menuai polemik, karena tidak adanya informasi peliputan terhadap awak media khususnya dari pihak protokoler atau dinas Komunikasi dan Informatika Pamekasan.

BACA JUGA :  Nyatakan Sikap AMCM Harap Proses Hukum Terkait Pernyataan Bupati Serta Pejabat di Cianjur

 

Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Pamekasan mengatakan bahwa kegiatan tersebut dinilai kurang penting untuk diliput, sehingga pihaknya menyerukan wartawan untuk fokus seriusi 3 kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Pamekasan.

 

” Tampaknya lebih penting kita meliput kelanjutan kasus dugaan korupsi di Pamekasan, Etik universal profesi wartawan ialah kepentingan publik. Mengawal pemberitaan kasus dugaan korupsi itu bagian dari mengawal kepentingan publik ” . Tegas Khairul Anam

 

Menurutnya, setidaknya ada tiga kasus penting yang harus dikawal bersama dan lebih penting dari kedatangan Menteri PUPR tersebut diantaranya pengadaan Mobil Sigap, Tandon Covid-19 dan Gebyar Batik yang sampai saat ini belum menemui titik terang.

BACA JUGA :  Babinsa Pakong Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Selokan Roboh di Desa Bicorong

 

” Komoditas pekerja pers adalah informasi. Informasi harus teruji kebenarannya. Benar gak Menteri PUPR ke Pamekasan? Katanya ke Pasar Kolpajung “. Tambah Anam sapaan akrabnya

 

Alumni PP Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep tersebut mengatakan bahwa wartawan juga butuh informasi, karena agenda Menteri kadang ditunda.

BACA JUGA :  Kanit Tipidkor Polda Jatim ke Pamekasan, Netizen Tekan Reskrim Pamekasan Periksa Kepala Desa

 

” Biasanya, protokol atau tim humas kabupaten itu ngasih informasi untuk kebenarannya. Karena kadang agenda menteri ditunda. Bisa saja geser atau bisa gagal. Teman-teman wartawan butuh informasi apakah benar Menteri PUPR ke Pamekasan atau tidak. Hanya itu, Wartawan yang baik memang tidak menunggu dapat informasi, tetapi mencari dan mendapatkan informasi. Tetapi pemerintah juga penting memberikan informasi tanpa harus menunggu ditanya, apalagi itu berkenaan dengan kunjungan menteri “. Ujar wartawan senior yang juga dikenal humble tersebut.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *