Penyaluran BPNT Mendapatkan Sorotan, Ini Penjelasan Kades Akkor Pamekasan
PAMEKASAN, Cyberjatim.id,- Viral dugaan penyaluran BPNT yang terindikasi mengabaikan intruksi kementrian sosial di Kabupaten Pamekasan banyak mendapatkan sorotan dari masyarakat.
Diketahui dalam edaran 592/6/BS.01/2/2022 tentang Percepatan Penyaluran Bansos Sembako/ BPTN periode Januari sampai maret tahun 2022 yang berisi tenta mekanisme penyaluran BPNT melalui kerjasama pemerintah dengan PT. Pos Indonesia.
Dalam edaran tersebut berisi tentang percepatan penyaluran bantuan sosial berupa BPNT dalam bentuk tunai.
Melihat kondisi dilapangan saat ini Faisol Aktivis Pamekasan menyoroti beberapa persoalan diantaranya yang berkaitan dengan mekanisme pendistribusian yang diduga tidak mengikuti surat edaran yang dikeluarkan.
” Banyak sekali temuan kami dilapangan yang menurut saya ini tidak singkron dan tidak mengindahkan aturan yang dikeluarkan oleh menteri Sosial, uniknya penyaluran tersebut disetiap desa tidak sama ada yang berbentuk paket sembako se harga 300.000 dan tunai 300.000 ada yang berbentuk paket seharga 600.000 dan tanpa uang tunai “. Tegasnya
Jika mengaca pada aturan yang dikeluarkan tersebut seharusnya disalurkan secara tunai, dan tidak ada arahan untuk dibelanjakan di outlet – outlet tertentu.
” Silahkan belanjakan dimana saja yang terpenting dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan bahan pangan yang diatur, diantaranya yang mengandung Karbohidrat, Protein Hewani, Protein Nabati dan atau Vitamin dan Mineral “. Ulas Faisol
Sementara Kades Akkor H. Faiz menanggapi pemberitaan sebelumnya
mengatakan bahwasanya kalau tidak ada kesesuaian pihaknya akan menegur atau memamggil komunitas.
” Kalau ada yg tidak sesuai sebutkan agar sy bisa menegur/ memanggil komonitas tersebut, Pelaksanaan pendistribusian bukan ranah sy “. Tegasnya saat dihubungi melalui akun WhatsApp nya.
Selain itu pihaknya merinci bahan pangan yang diserahkan kepada masyarakat diantaranya Beras Rp. 105.000 x 2 Sak, telur 1 setengah seharga Rp. 33.000 Kacang setengah kilo seharga Rp. 7.000 dan daging ayam seharga Rp. 50.000 dengan total keseluruhan Rp. 300.000

” Ini hasil pertanyaan saya ke komunitas rinciannya, yang mana yang tidak sesuai tolong beri tahu, agar kami bisa memperbaiki kinerja komunitas dengan penyedia bahan pangan kedepan, ayo perbaiki Desa Akkor bersama – sama “. Tambah H. Faiz
Tidak hanya itu tim Invistigasi juga menghubungi Kepala Desa Brenta Tinggi, kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, yang mana sesuai informasi didesa Brenta diberikan dengan bentuk paket secara keseluruhan dengan harga Rp. 600.000.
Sementara Kepala desa Brenta Tinggi masih belum memberikan jawaban saat dihubungi.
Red





